Logotelah memainkan peran yang penting untuk keberlangsungan perusahaan, dengan menggunakan logo perusahaan memiliki alat utama untuk melakukan pemasaran, baik itu produk atau jasa yang ditawarkan. Makanya, pembuatan logo ini penting untuk perusahaan, supaya ketika ingin dikenal luas oleh masyarakat, akan terasa mudah. Untukmembuat logo dengan GraphicSprings dimulai dengan membuat akun terlebih dahulu. Selanjutnya, kamu bisa menambahkan nama brand pada kolom yang telah tersedia. Selanjutnya, tambahkan berbagai karakter garis atau beberapa ikon dengan ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Menggunakanwebsite builder perlu biaya 20 ribu hingga 160 ribu rupiah per bulan. Menggunakan WordPress perlu biaya 43 ribu hingga 216 ribu rupiah per bulan. Membuat custom website perlu total biaya 28 juta hingga 100 juta rupiah. Agar Anda dapat menemukan jawaban mengenai harga pembuatan website, kami akan memberikan estimasi kasar dan rincian Satuaturan dasar dalam pembuatan logo: buatlah ia tetap simpel, sesederhana mungkin. Bebaskan diri untuk berani menggunakan "garis dan bentuk tebal", namun jangan dibuat terlalu kompleks. Kesederhanaan adalah hal yang membuat sebuah logo mudah dikenali, diingat dan elegan! Jangan pernah merecoki logo dengan detil berlebihan. 2. Tentunyalogo bisnis yang anda coba buat tersebut harus disesuaikan dengan beberapa hal. Khususnya jika anda membuat logo tersebut untuk tujuan korporasi atau untuk tujuan personal. Sketsa tersebut nantinya akana memberikan kepada anda gambaran yang jelas terkait apa yang sebaiknya anda lakukan dalam logo tersebut. Ada banyak hal yang q05Xtj. Tips membuat logo untuk branding, Logo merupakan hal yang penting untuk branding suatu product ataupun bisnis lainnya. Karena manusia lebih cenderung mengingat sesuatu secara visual. Maka dari itu cara membuat logo yang baik untuk bisnis perlu diperhatikan karena hal tersebut proses yang sangat penting. Apalagi dijaman sekarang semuanya serba visual, siapa yang bisa memanjakan mata secara visual pasti banyak diminati oleh orang banyak. Mengapa logo penting untuk branding? Logo bisa mencerminkan bagaimana dan apa bisnis Anda dan merupakan sebuah tampilan yang mewakili perusahaan Anda. Tak hanya sebuah tampilan visual logo bisa digunakan untuk promosi online maupun offline. Membuat logo untuk bisnis atau perusahaan anda sangatlah penting karena akan mempengaruhi branding perusahaan atau bisnis Anda dimata customer. Hanya dengan logo seseorang sudah bisa mengetahui nama perusahaannya, apa yang diproduksinya dan apa yang dijualnya. Seperti sepatu Nike, ketika orang melihat logo centlang di sepatu walaupun tidak ada keterangan namanya pastilah sudah mengetahui bahwa itu adalah sepatu Nike. Begitulah pentingnya logo untuk branding perusahaan atau bisnis Anda. 1. Kenali Bisnis yang Ingin Direpresentasikan Sebelum merancang logo, Anda harus memahami apa yang ingin digambarkan oleh logo tersebut Logo bukan hanya gambar biasa lho. Logo menjadi cerminan sebuah perusahaan atau bisnis yang di representasikan melalui warna, tulisan dan bentuk. Jadi sebelum Anda membuat logo kenali dulu bisnis yang Anda ingin representasikan. 2. Pahami Dasar-dasar Pembuatan Logo Ada beberapa tips dasar membuat logo untuk branding. a. Sebuah Logo Harus Simple Buatlah logo yang simple dan tidak terlalu banyak warna. Logo yang unik akan lebih efektif dan fleksibel walaupun sederhana. Pemilihan font dan warna juga mempengaruhi branding logo Anda. Apabil Anda mendesain logo untuk pakaian wanita, maka gunakan font dan warna yang sesuai. b. Logo Harus Memorable Logo yang bagus adalah logo yang mudah di ingat oleh siapapun. Karena itu buatlah logo yang sederhana yang tidak terlalu rumit agar mudah di ingat oleh banyak orang. c. Logo Harus Bertahan lama dan Fleksibel Janganlah buatlah logo dengan karakterisitik yang sedang trend dimasanya, misalnya sekarang sedang trend flat design, barangkali 5 tahun kedepan trandnya sudah berbeda lagi, maka Anda jangan membuat logo yang flat. Buatlah logo yang akan bertahan lama dan tidak mengikuti trand di masasanya. 3. Cari Referensi Logo Dengan banyak referensi Anda dapat mengetahui logo yang bertahan lama sejaka awal pembuatannya sampai sekarang dan yang tidak. Logo yang bertahan lama bisa diakatakan logo yang sukses untuk branding perusahaan. Contohnya logo Nike, sampai sekarang Anda masih melihat logo yang sama dengan awal pembuatannya. Bukan hanya itu dengan mencarai banyak referensi Anda juga dapat menentukan konsep logonya akan seperti apa, jadi Anda mudah untuk merancangnya. 4. Kenali Kriteria Logo yang Baik dan Efeketif Sebelum membuat logo kenali dulu beberapa kriteria logo yang ingin Anda buat. Pastikan logo yang akan Anda buat bisa mendeskripsikan bisnis atau perusahaan. Dan juga pastikan logo tersebut tidak menimbulkan arti lain, dalam artian susah di artikan. 5. Tentukan Jenis Logo yang Akan dibuat Anda bisa menentukan jenis logo sesuai dengan bisnis atau perusahaan yang ingin direpresentasikan. Ada beberapa jenis logo sebagai berikut. a. Wordmark Adalah jenis logo yang langsung fokus pada nama brand atau perusahaan. b. Letter Mark Monogram Logo jenis ini menggunakan inisial perusahaan yang ingin direpresentasikan. c. Pictorial Mark/Logo Simbol Logo jenis ini berbeda dengan jenis yang sebelumnya. Logo ini berbentuk photo atau grafis dan sering disebut sebagai simbol. d. Abstrak Hampir sama dengan jenis logo sebelumnya, namun dengan bentuk yang kurang to the point dan cukup sulit untuk mengenali nama brand jika hanya melihat gambar secara tak utuh. 6. Rancang Tahapan Pembuatan Logo Tahap ini merupakah hal yang paling sulit dalam mebuat logo. Setiap desainer logo berbeda-beda tahapan perancangannya ada yang membuat seketsa dulu sebelum research ada juga yang melakukan research dulu baru membuat seketsa. Semuanya tergantund dari experience desainer tersebut, tapi setidanya ada beberapa tahap merancang pembuatan logo yang perlu Anda ketahui. Tahapan Desain Logo 1. Rancangan Singkat Desain 2. Riset dan brainstorming 3. Sketsa 4. Prototipe dan pembuatan konsep 5. Kirim file ke klien untuk review 6. Revisi dan penyelesaian 7. Kirim file akhir ke klien 7. Pelajari Software untuk Pembuatan Logo yang Sempurna Hal ini merupakan tahap yang terakhir, tetapi tidak akan ada akhirnya. Setelah berhasil membuat logo pertama, Anda sebaiknya tidak berhenti untuk terus belajar dan mengulik tools yang tersedia pada software yang Anda gunakan, baik Illustrator, Photoshop, maupun CorelDraw. Kuasai keahlian dalam menggunakan software tersebut, ini akan berpengaruh besar terhadap hasil logo yang Anda buat. Bagaimana cara merancang/mendesain sebuah logo yang professional 25 tutorial dan pro tips untuk menghasilkan logo yang berkualitas, terarah dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam membuat logo serta bagaimana menentukan harga yang tepat untuk logo tersebut. Salah satu kesalahpahaman desainer grafis terutama pemula adalah membuat logo itu mudah!, tidak lebih dari sekedar bentuk unik, beberapa warna, dan font keren yang disatukan. Padahal fakta-nya membuat logo tidak hanya sekedar dan tidak semudah itu, logo adalah sebuah identitas dan dari visual brand yang mencerminkan merek itu sendiri. Membuat logo perlu usaha lebih memerlukan pemikiran yang kritis, kreatif dan perencanaan yang matang serta butuh waktu yang tidak sebentar untuk merealisasikannya. Sederhananya Anda tidak hanya duduk di depan komputer membuat logo sambil di temani musik favorti Anda. Satu hal yang salah jika membuat sebuah desain terutama logo hanya untuk terlihat menarik, desain yang baik punya proses, cerita dan alasan tersendiri. Jadi bagaimana cara sebenarnya dalam membuat logo yang baik dan layak diingat ? Good design is obvious. Great design is transparent. -/ Joe Sparano, Oxide Design Co Berikut beberapa tips merancang logo professional yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber mulai dari aturan, tips dan trik serta hal yang harus dihindari dalam membuat sebuah logo. Perhatikan paduan dibawah ini dan praktekkan dalam proyek desain Anda semoga bisa berguna dan menginspirasi Anda. Basic Dasar 1. Cari Inspirasi Inspirasi bisa datang dari mana saja. Saat membuat sebuah logo, sumber inspirasi yang jelas adalah terdapat di situs web yang membahas tentang desain dan ide seperti pinterest dan cobalah perluas pencarian inspirasi anda kesitus lainnya seperti Behance, Dribbble atau Devian Art. Di ranah offline, Anda bisa mengamati sekeliling apapun yang membuat Anda terlihat bersemangat atau bahagia bisa menjadi akar potensial dari ide yang mengagumkan, bisa jadi hal-hal yang tidak begitu diperhatikan oleh orang banyak justru menjadi ide segar untuk desain logo Anda. Seperti yang tertulis di atas bahwa "inspirasi bisa datang dari mana saja", dan inspirasi juga bisa datang dari jalan yang tidak terduga. Sebagai contoh bisa kita lihat di logo OS Android yang dibuat oleh Irina Blok, faktanya logo tersebut terinpirasi hanya dari simbol gender yang terdapat di toilet umum yang bahkan tidak begitu di perhatikan oleh orang lain. Lihatlah bagaimana seorang desainer grafis professional bisa membuat sebuah logo dari ide yang tidak terduga. Mencari inspirasi sangat penting sebagai titik awal dalam pembuatan logo, sebagai langkah awal dalam pembelajaran cobalah menggunakan konsep ATM Amati, Tiru dan Modifikasi ini tidak termasuk dalam plagiat karena Anda tidak sepenuhnya meniru karya orang lain. Tapi jangan selalu menggunkan konsep ini karena hal tersebut bisa menumpulkan kreatifitas Anda, sesekali buatlah logo yang murni dari ide Anda sendiri, ini akan menambah pengalaman Anda dalam mendesain logo. 2. Pelajari Semua Hal Tentang Logo Logo yang efektif adalah logo yang unik, menarik secara visual dan menyampaikan pesan yang dimaksud. Dalam bentuk dasarnya, Logo yang dirancang dengan baik merupakan sebuah bentuk dari identitas bisnis / produk / merek, meski proses desainnya rumit dan menyita waktu, hasil akhirnya harus mudah dipahami, mudah diingat, bertahan lama, serba guna dan sesuai dengan prudok / merek yang diusung. Untuk mencapai hal itu tidak hanya memerlukan kreatifitas tinggi, melainkan juga ilmu pengetahuan yang memadai tentang logo dan bagaimana cara membuat logo yang baik. Minimal Anda harus mempelajari tentang teori warna dan bentuk dalam desain grafis serta filosofinya seperti warna dan bentuk apa yang cocok serta melambangkan sebuah logo untuk perusahaan asuransi, property misalnya. 3. Kembangkan Proses Kreatifitas Anda Sendiri Dalam membuat logo setiap desainer grafis memiliki pendekatannya masing-masing. Andapun sebaiknya begitu, ciptakan ide baru dengan mengambangkan kreatifias yang menunjukkan bahwa itu adalah ciri khas dari Anda. sebagai tambahan informasi, mayoritas kebanyakan dari mereka mengikuti proses branding umum yang terdiri dari Design Brief Mewawancarai klien dan memastikan Anda mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan untuk membuat logo dan logo seperti apa yang diinginkan oleh klien. Research Mempelajari lebih banyak tentang industri / niche, serta sejarah dari perusahaan yang di usung klien dan perusahaan kompetitorPesaing Reference Mencari inspirasi desain yang terkait dengan kebutuhan klien, serta melihat tren desain saat ini Conceptualization Membuat sketsa dan mengembangkan logo referensi yang didapat dengan mengacu pada brief yang didapat dan penelitian yang telah Anda buat. Reflection Memberikan sentuhan terakhir dalam desain logo seperti pemberian mock-up agar logo terlihat lebih realistis Presentation Memilih beberapa pilihan desain untuk ditunjukkan kepada klien dan menjelaskan apa maksud dari desain tersebut, serta mendapatkan feedbackumpan balik dari klien untuk melakukan perbaikan atau revisi sampai desain selesai. 4. Siapkan Sistem Harga Yang Sesuai Dengan Anda "Berapa biaya untuk desian logo ?" bisa dibilang ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan, terutama dalam proses briefing. Pertanyaan ini lumayan sulit dijawab, karena setiap klien memiliki kebutuhan dan persyaratan yang berbeda. Untuk menentukan harya yang tepat lihatlah beberapa faktor yang terlibat dalam perancangan logo tersebut, termasuk jumlah konsepalternatif logo yang ada, batas revisi yang ditentukan, tingkat "Research" yang ditubuthkan dan sebagainya. Cara terbaik untuk menentukan harga yang tepat adalah dengan membuat price list sesuai dengan ketentuan layanan yang anda berikan dan jelaskan baik-baik kepada klien mengenai harga yang Anda berikan. Namun sebelum itu alangkah baiknya jika Anda mengetahui beberap hal berikut ini Dalam dunia bisnis, produk desain grafis seperti ini tergolong Red Ocean atau biasa disebut "Lautan Darah". Artinya sudah terlalu banyak pemain yang berkecimpung dalam dunia ini sesak Persaingan dalam dunia desain grafis termasuk tinggi tidak cuma rebutan klien, tapi juga ada sebagian yang bermain curang dengan membanting harga, Jangan sampai Anda juga ikut bersaing dengan cara tidak sehat seperti ini!. Pastikan Anda cek beberapa harga yang kompetitor tawarkan dan bandingkan, kemudian ambil harga pertengahan artinya tidak terlalu murah yang merugikan Anda dan tidak terlalu mahal membuat klien kabur dan memilih desainer grafis lain. 5. Belajar Dari Orang Lain Dengan memahami bagaimana sebuah brand/merek lain berhasil mencapai puncak, Anda akan mendapatkan wawasan yang luar biasa tentang pembuatan logo secara keseluruhan. Dengan mengetahui bagaimana seorang desainer grafis lain mencapai kesuksesan, Anda akan mendapatkan pengalaman tentang bagaimana seharusnya menjadi desainer professional yang bahkan lebih dari yang Anda harapkan. Pada satu titik, kesadaran ini akan membantu Anda menjadi lebih baik dengan apa yang Anda lakukan. Tips and Tricks 6. Riset atau Ketahui Audiens Anda Merancang sebuah logo bukan hanya tentang menciptakan visual yang menarik. Seperti yang sudah sering dijekaskan, tujuan utama membuat logo adalah untuk membangun Brand. Untuk itu Anda juga perlu mengatur posisi berkomunikasi antara perusahaan / brand dengan target audiensnya, inilah sebabnya mengapa riset pasar itu penting. Sangat disarankan melibatkan klien pada tahap ini karena ide atau pemikiran anda tentang brand yang diusung tidak sama dengan pemikiran mereka, maksudnya ini produk mereka dan yang lebih tahu tentang itu tentu saja mereka sendiri karena tugas seorang desainer hanya memvisualisasikan sebuah ide dan konsep perusahaan kedalam sebuah logo. Penting agar Anda 100% mengetahui pesan yang ingin disampaikan oleh perusahaan / brand sebelum memulai proses pembuatan logo. 7. Lemparkan diri Anda kedalam Brand Tersebut Sebelum membuat sketsa logo, siapkan beberapa waktu untuk mengumpulkan informasi tentang klien Anda siapa mereka, apa yang mereka lakukan, bagaimana kinerjanya, dan siapa target pasar mereka. Pelajari juga versi sebelumnya dari logo mereka jika tersedia, dan pikirkan peningkatan yang dibutuhkan untuk mewakili perusahaan / brand tersebut sepenuhnya. Kemudian, buat daftar apa yang harus dan apa yang tidak boleh dilakukan berkaitan dengan kebutuhan klien sebelum Anda memulai proses kreatif. 8. Simpan Semua Hasil Sketsa Anda Ini adalah praktik umum bagi desainer grafis untuk membuat sejumlah sketsa untuk satu proyek tunggal. Bahkan jika Anda bisa menentukan sejak awal sketsa mana yang akan dikembangkan, jangan membuang sketsa lain karena itu bisa menjadi sumber inspirasi berharga nantinya. Hanya karena sketsa yang lain tidak diterima oleh satu klein bukan berarti sketsa tersebut juga tidak akan diterima oleh klien lainnya. Lihatlah beberapa sketsa terdahulu Anda kapanpun ada sebuah proyek baru masuk, ini bisa menjadi sumber inspirasi lain untuk Anda. 9. Riset Secara Online Jika Anda kebingunan mencari inspirasi untuk ide atau konsep desain yang dibuat, cobalah cari kata kunci yang terkait dengan perushaan / brand terkait secara online bisa lewat google atau pinterest, tapi jangan ditiru secara keseluruhan karya yang didapat secara online cukup jadikan sebagai inspirasi desain Anda. Amati, Tiru, Modifikasi. 10. Buat Mind Maps atau Mood Boards Tools seperti ini membantu menyaring gagasan di kepala Anda, dan mencampur / memadukan berbagai gambar dan konsep ke bentuk baru. Bekerjalah dengan kata kunci dan kata alternatif untuk mengumpulkan berbagai inspirasi dengan menggunakan sumber yang berbeda kemudian tempatkan dalam satu papan untuk menciptakan gagasan baru. 11. Buatlah Desain Serbaguna Logo yang serbaguna bisa diaplikasikan ke media apapun memiliki umur yang panjang. Contohnya jika seandainya logo yang Anda buat terlihat bagus di poster tapi terlihat buruk ketika diaplikasikan di kaos, maka hal itu juga berakibat buruk pada popularitas logo Anda. Fleksibilitas memainkan peran yang besar dalam bagaimana membuat desain yang serbaguna serta dalam pemilihan warna, font, layout, dan sejenisnya. 12. Gunakan Grid Untuk Menghasilkan Desain yang Abadi Ketika merancang sebuah desain - terutama yang menggunakan teknik tradisional, grid sangat berperan penting, everything is about the grid. Sebagai contoh kasus bisa dilihat pada ikon logo Shell Oil yang belum banyak berubah sejak diluncurkan pada tahun 1971. Bila dilakukan dengan benar, grid bisa membuat desain Anda terlihat simetris, dan abadi. 13. Tetap Gunakan Pensil dan Kertas Bahkan dengan banyak tersedianya tools sketching programs secara online, membuat sketsa dengan pensil dan kertas merupakan cara terbaik untuk menyempurnakan sebuah gagasan. Membuat sketsa desain memungkinkan Anda bereksperimen dengan bebas. Tidak masalah jika kemampuan membuat sketsa Anda buruk, selama Anda mengerti maksud dari sketsa tersebut dan gagasan anda tersampaikan dengan benar, you're on the right track. 14. Vector yang Paling Utama Tepat setelah selesai membuat sketsa, lanjutkan ke aspek desain yang lebih teknis. Cara terbaik untuk mengehemat waktu dan cara terpenting dalam mendesain logo adalah mengubahnya menjadi vector. Dalam proses ini, aplikasi pengolah vector seperti CorelDRAW, Illustrator, Affinity Designer atau lainnya adalah teman terbaik Anda karena dapat menghasilkan sebuah desain tanpa mengubah kualitasnya dalam arti tidak akan berubah meski dalam ukuran apapun. *Jangan sesekali membuat desain logo menggunakan Photoshop. 15. Tentukan Font Yang Anda Pakai Dengan Teliti Tipografi pastinya merupakan elemen penting untuk sebuah logo yang efektif. Ada dua pilihan utama untuk ini Buat jenis huruffont pribadi khusus untuk desain ini atau gunakan font yang sudah tersedia. Jika Anda membuat jenis huruf Anda sendiri, hindari menjadikannya terlalu trendi. sebagai gantinya, tetap sederhana, mudah dibaca dan berkelas. 16. Gunakan Maksimal Dua Font Tentu akan ada penegcualian terhadap peraturan ini. Tapi, sebagai prinsip umum, hanya menggunakan dua font merupakan pilihan terbaik jika Anda ingin desain yang dihasilkan berbeda, tajam dan bersih. 17. Ceritakan Sebuah Cerita Setiap desain memiliki kisah untuk diceritakan, semua orang suka cerita, termasuk sebuah logo. Jika Anda melihat logo hanya sebagai karya seni atau hanya sekedar struktur garis dan teks, Anda tidak akan bisa mengungkapkan makna di baliknya. Idealnya, logo yang kuat menampilkan dua cerita satu cerita yang jelas dan satu ceritamakna yang tersembunyi. 18. Pikirkan tentang Warna Termasuk logo yang efektif adalah yang dapat diaplikasikan pada background hitam dan putih, jika logo Anda menggunakan warna untuk menyampaikan pesan, pertimbangkan cara terbaik untuk menyampaikan pesan tersebut saat logo diaplikasikan di background yang kontras. Terkadang, hal ini memerlukan perubahan antara berbagai elemen desain sehingga logo tetap mengekspresikan pesan yang sama. 19. Amati Trend Saat Ini Perhatikan trend desain logo saat ini, bukan berarti harus mengikuti tren yang berkembang. Karena tren akan terus berubah setiap tahun, kemungkinan desain yang Anda buat tidak akan bertahan lama jika mengikuti tren sepenuhnya. Tapi gunakan tren desain tersebut hanya sebagai bahan referensi, tidak masalah jika harus melanggar beberapa peraturan untuk memperluas pilihan desain Anda selama hal itu baik untuk Anda. Jika perlu gabungkan beberapa tehnik desain yang sedang tren untuk menghasilkan sesuatu yang baru. 20. Pertimbangkan Ruang di Sekitar Logo Sebagian besar logo memerlukan zona eksklusi, yaitu area seputar logo yang tidak dimaksudkan untuk diisi oleh elemen lainnya. Ruang ini berfungsi sebagai perlindungan terhadap integritas logo. Contoh logo tidak akan berubah ketika ditambah simbol legalitas seperti R, TM atau lainnya. 21. Berlatihlah Sepanjang Waktu Terakhir sering-sering lah berlatih mengembangkan kemampuan, cari berbagai informasi tentang desain dan beberapa referensi untuk desain logo yang Anda buat. Jika ada satu hal yang Anda ingat dari Tips ini, buatlah itu sebagai aturan Anda dalam mendesain. Kesalahan Yang Harus Dihindari 22. Meremehkan Pentingnya Skema Warna Yang Tepat Warna merupakan esensi dari setiap seni visual. Cukup sering seorang desainer mengabaikan nilai penggunaan warna yang baik. Pemilian warna dalam sebuah desain sangat berpengaruh terhadap hasil akhir desain tersebut, konsep visual yang sudah bagus namun pemilihan warna yang kurang maksimal akan menghasilkan desain kurang bagus. Meskipun memilih warna adalah hal pribadi Anda, tapi ada beberapa petunjuk yang bisa dijadikan titik awal untuk bereksplorasi lebih jauh salah satunya adalah dengan memakai warna yang sesuai dengan jenis bisnis yang dibuat. Misal logo yang Anda buat untuk sebuah usaha Wedding Organizer maka warna-warna gold, merah marun, putih memiliki atmosfir yang sesuai. Akan dibahas di artikel lain tentang tips memilih warna yang baik dalam desain. 23. Terlalu Terpana Dengan Sesuatu Yang Keren dan Mencolok Inovasi adalah hal yang luar biasa, inilah cara kebanyakan orang untuk mengembangkan diri, mencoba hal-hal baru dan menemukan gagasan lain untuk desain Anda. Tapi semua hal memiliki aturan dan batasan tersendiri, berinovasi memang sangat penting namun eksperimen yang berlebihan bisa menghasilkan logo yang indah untuk dilihat sayangnya tidak bisa dikenali dengan merek itu sendiri. So keep on your track. 24. Kostum Tipografi Yang Berlebihan Dalam aturan logo, Jenis huruf yang disesuaikan atau buatan sendiri hand-drawn lebih efektif dari pada font yang mudah didapat / tersedia secara online. Logo yang Anda rancang bisa terhindar dari plagiat. Selain itu jenis huruf kostum lebih disukai atau mudah dikenali dalam logo daripada font yang didownload di internet. Karena yang dibahas adalah logo, usahakan custom lettering yang anda buat tidak berlebihan, pastikan hal itu tidak membuat logo Anda menjadi sulit untuk dibaca. 25. Mudah Dipredeksi Desain rancangan Anda tidak akan menonjol jika terlihat sama dengan desain yang sudah ada diluar sana. Buatlah logo yang agak asing namun tetap bisa diandalkan serta harus tetap menyampaikan sebuah cerita, perasaan atau tindakan. 26. Berfikir Desain Anda Tidak Tertandingi Percaya pada kemampuan sendiri adalah hal yang baik. Namun satu hal yang harus diketahui, menempatkan diri Anda dalam kategori "terbaik" dapat menghambat perkembangan skill Anda. Akan selalu ada orang yang lebih baik dan lebih professional di luar sana, jika Anda mengingat hal ini, Anda akan berusaha lebih keras untuk tumbuh sebagai desainer grafis yang lebih berkemampuan professional. Pour créer un logo parfait, il faut que celui-ci soit évocateur, mémorable et intemporel. En effet, votre logo représente votre ADN, il est la première étape pour créer une marque et la pierre angulaire de votre identité visuelle. Comment cela se traduit-il dans la pratique ? Quelles règles fondamentales faut-il respecter et quelles erreurs éviter ? CREADS, expert en content marketing depuis plus de 14 années, vous fournit la checklist complète pour réussir votre propre logo ! Comment faire un logo ? les 10 commandements ! S’inspirer des codes de votre secteur d’activité sans copier ! Choisir avec soin vos couleurs Faire le bon choix de typographie pour créer un logo Anticiper les déclinaisons de votre logo Jouer sur un facteur différenciant Miser sur la simplicité pour créer un logo Tester votre logo Vérifier que votre logo fonctionne aussi à l’international Protéger juridiquement votre création Créer votre style de marque 1. S’inspirer des codes de votre secteur d’activité sans copier ! Chaque secteur d’activité a des codes et ce constat vaut aussi pour les logos. Couleurs, formes, et typographies sont souvent similaires dans le luxe par exemple, où les marques privilégient une typographie sobre, la couleur noire et des logos minimalistes, ce qui n’est pas le cas des logos dans le domaine de la santé, qui sont plus symboliques. D’autres règles implicites interviennent dans le domaine des assurances ou des banques le bleu, couleur de la confiance par excellence est privilégié par la quasi totalité des marques. Attention néanmoins à ne pas suivre stricto sensu cette règle ou vous risquez de vous fondre totalement dans la masse des logos existants. L’idéal ? Respecter certains codes graphiques de votre secteur tout en y apportant une touche de nouveauté. C’est le parti pris de Boursorama par exemple, qui allie le bleu rassurant à un rose flashy et assume ainsi son image de banque différente, jeune et digitale. L’identité et les caractéristiques propres de votre marque ne doivent jamais totalement s’effacer pour se conformer aux codes en vigueur, ce qu’a bien compris le Crédit Agricole par exemple qui choisit comme couleur dominante le vert, parfaitement adapté à son nom. Logos de banques traditionnelles et logo Boursorama 2. Choisir avec soin vos couleurs Le choix des couleurs d’un logo est extrêmement stratégique. En effet chaque couleur a une signification, un logo gris par exemple évoquera plus facilement la sobriété et l’élégance qu’un logo orange vif ! Nous avons d’ailleurs résumé les significations des couleurs en infographie, pour que vous ayez toutes les cartes en main au moment de définir la gamme chromatique de votre logo. Vous pouvez parier sur un logo uni, qui a le mérite d’être plus facilement identifiable et de ne pas brouiller les messages, c’est d’ailleurs le choix de 59% des logos créés entre 2018 et 2019 d’après notre étude effectuée par des professionnels du marketing. La bichromie est également très en vogue. En général, il est préférable de ne pas utiliser plus de 3 couleurs au risque de paraître fantaisiste. La tendance du gradient, c’est-à-dire des dégradés de couleurs est une excellente manière de mêler plusieurs couleurs tout en évitant l’effet arc-en-ciel ! Exemples de logos gradient Honor, Heetch et Unify pôle numérique de TF1 3. Faire le bon choix de typographie pour créer un logo La police de caractère de votre logo n’est pas un choix anodin, elle participe également à votre image de marque. Typographie sans empattements, avec empattements ou manuscrite, chacune évoque des valeurs différentes, à vous de choisir la plus adaptée à votre marque. Les tendances du moment de la typographie peuvent aussi vous fournir des arguments en faveur de l’une ou l’autre. Enfin, ne mélangez pas plus de 2 typographies par souci de clarté. Les 3 grandes familles de typographie et leurs caractéristiques 4. Anticiper les déclinaisons de votre logo Votre logo n’existera jamais sous une seule et unique forme, au contraire, il doit s’adapter à tous les fonds, formes et usages, ce que vous devez absolument anticiper. Au minimum, nous vous conseillons de prévoir une version monochrome adaptée à un fond foncé une version pour les fonds clairs. Si votre logo est composé d’un élément graphique et de votre nom de marque, prévoyez également une version horizontale et verticale de votre logo, pour vous adapter à tous les supports Enfin si vous avez un monogramme ou un picto, il peut être intéressant de prévoir dans votre charte graphique l’utilisation de ce seul élément. Gardez à l’esprit que votre logo pourra être décliné sur tous les supports et toutes les tailles, du picto d’une application mobile à une affiche en 4x3m ! 5. Jouer sur un facteur différenciant Notre conseil chez CREADS pour créer des logos différenciants est de miser sur un élément très particulier. Personnalisez votre logo grâce à un petit truc en plus pour faire toute la différence. Par exemple, vous pouvez miser sur l’une des nouvelles tendances 2019 des logos ! Jouer sur la vague du Made in France en ajoutant une petite touche frenchy à votre logo, miser sur l’espace négatif ou encore mixer minimaliste et un détail extrêmement travaillé sont 3 directions artistiques à retenir. Une police sur-mesure peut également être un bon moyen de vous distinguer tout en évitant d’en faire trop. 6. Miser sur la simplicité pour créer un logo Certes, apporter un twist à votre logo est nécessaire pour qu’il ne soit pas sans intérêt. Néanmoins, prenez garde à ne pas trop en faire, on a dit de créer un logo avec un facteur différenciant, pas tous en même temps 😉 N’oubliez pas que la 1ère force de votre logo est d’être facilement reconnaissable et mémorisable. S’inspirer de l’une des nouvelles tendances c’est bien, mais ne suivez pas toutes les modes, votre logo doit être intemporel et conçu pour durer dans le temps. Logo by CREADS 7. Tester votre logo Dès la création de votre logo, il est important de prendre en considération les avis de vos collaborateurs, de nourrir votre réflexion et de ne surtout pas foncer tête baissée. N’hésitez pas à faire des ajustements, à essayer de nouvelles pistes, et à les soumettre à votre communauté. L’histoire du logo Gap en 2010, véritable cas d’école depuis, est encore dans toutes les têtes ! Si vous n’avez pas suivi la marque avait fait marche arrière seulement 7 jours après avoir lancé en grande pompe son nouveau logo, suite aux réactions très négatives des consommateurs. C’est peut-être l’une des raisons qui poussent aujourd’hui les marques à être plus prudentes et à tester leur nouveau logo de façon discrète, comme Go Sport qui l’a d’abord apposé sur son programme de fidélité ou tout récemment Massimo Dutti, dont le nouveau logo n’est utilisé que sur son application mobile. Le nouveau logo de l’application à gauche et le logo habituel à droite 8. Vérifier que votre logo fonctionne à l’international Même si vous commencez à créer votre marque, il n’est pas interdit de voir grand, au contraire ! Que vous prévoyez ou non de vous exporter à l’international, il est toujours conseillé de vérifier que votre nom et logo fonctionnent bien à l’étranger. Bien sûr, vérifiez en priorité les pays dans lesquels résident vos cibles. Par exemple le vert, s’il est très bien perçu en France, est à l’inverse assimilé à la jalousie aux Etats-Unis et à l’infidélité en Chine, ce qui aurait été très mal perçu pour une application de dating comme Tinder ou Meetic par exemple ! 9. Protéger juridiquement votre création Protéger juridiquement votre création est une étape indispensable, que nous avons déjà détaillée. En bref, pensez d’abord à vérifier que ni votre logo ni le nom de votre entreprise n’existent déjà en vous rendant sur le site de l’INPI Institut National de la Propriété Industrielle. Si tout est ok, alors vous pouvez les déposer, sur le même site, ce qui vous garantit d’être les seuls à pouvoir exploiter votre logo. 10. Créer votre style de marque Votre logo est la 1ère étape de votre création de marque, mais ce n’est pas la seule. Pour pouvoir utiliser correctement votre logo il est nécessaire de développer un style de marque, c’est- dire les codes graphiques qui l’accompagnent et permettent de le décliner sur des cartes de visite, les réseaux sociaux, etc. En choisissant les polices d’écriture, les pictos, les icônes de votre charte graphique, vous amorcez la création de votre identité visuelle, ce qui est absolument indispensable pour vous construire une image de marque solide ! Vous l’avez compris, votre logo doit raconter une histoire et c’est le support de communication le plus stratégique pour votre marque, produit ou événement. Privilégiez un logo professionnel, réalisé par un graphiste plutôt qu’un outil de création de logos gratuit ou un générateur de logo. Exemple de logo et style de marque créés par les professionnels de CREADS En pratique, comment créer le logo idéal pour votre entreprise, marque, produit ou événement ? Vous avez maintenant toutes les clés pour réussir votre création de logo, il ne reste plus qu’à vous faire accompagner par un graphiste professionnel. Chez CREADS, nous travaillons avec les meilleurs graphistes, experts en création de logo. C’est très simple, nos chefs de projets vous connectent avec les professionnels spécialisés pour votre demande et votre secteur d’activité et vous accompagnent tout au long de votre processus de création. Alors, prêts à créer un logo en ligne ? Comment faire un logo design gratuit / créer son logo gratuitement ? Les générateurs de logos Comparer les générateurs de logo et un créateur de logo n’est pas chose aisée. En effet, si l’on en revient aux différents conseils proposés dans cet article, votre logo design se doit d’être unique, différentiant, avec ses propres couleurs et sa propre typographie. Dans tous ces aspects il y a de l’émotion, donc de l’humain. Ce sont des choses que pourra ressentir le créateur de logo et que la machine ne saura pas identifiée. De plus, un créateur de logo pourra vous proposer une dimension de conseil, de proximité et itérer ses propositions de logos design après chaque échange avec vous. Moselo Journal Logo adalah visual identity atau gambaran visual yang melambangkan sebuah perusahaan atau organisasi. Gambaran visual ini berkaitan erat dengan marketing dan branding sebuah perusahaan karena digunakan sebagai penanda dan juga sarana membangun kesan terhadap konsumen. Tidak hanya perusahaan saja, namun logo juga digunakan oleh karakter individu untuk membangun personal branding. Tidak heran bila desain logo menjadi hal yang sangat mendasar bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia bisnis. Idealnya logo sebagai sarana komunikasi dengan konsumen harus mudah dikenali, fleksibel, sederhana. Selain itu, logo juga harus bisa ditempatkan di berbagai media dan latar belakang tanpa harus kehilangan esensi dari logo itu sendiri. Logo yang baik juga harus bisa memberikan kesan inspiratif dan positif bagi konsumen dan orang-orang disekitarnya. Eye Catching Logo Design dari Kriteria Desain Logo Yang Efektif Meskipun terkesan mudah, ternyata membuat desain logo juga tidak boleh sembarangan. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan logo yang baik dan efektif. Mudah dideskripsikan – logo yang melambangkan visi dari perusahaan harus mudah diartikan terutama untuk para konsumen. Logo yang deskriptif ini bisa menceritakan esensi dari sebuah perusahaan atau brand dengan mudah dan juga mewakili apa yang ingin disampaikan kepada konsumen. Mudah diingat – logo yang efektif adalah logo yang mudah diingat dan sederhana. Konsumen biasanya lebih mudah mengingat logo dengan desain yang sederhana. Sebaliknya, logo dengan desain abstrak yang rumit cenderung susah untuk diartikan. Selain sederhana, Anda juga harus bisa memprediksi bila logo yang dibuat akan disukai konsumen atau tidak. Original – ketika membuat logo, originalitas adalah faktor yang sangat penting. Logo harus original agar lebih mudah diingat oleh konsumen. Ketika konsumen melihat logo Anda, mereka akan langsung ingat tentang brand Anda bukan brand yang lain. Tidak memberikan arti lain – Selain original, desain logo juga tidak boleh memberikan arti yang lain. Hindari membuat logo yang ambigu karena akan menimbulkan persepsi lain dari logo Anda. Jangan hanya mengedepankan nilai estetis saja karena esensi utama logo juga harus diperhatikan. Anda bisa membuang elemen dalam logo yang sekiranya kurang sesuai dengan entitas logo dan image brand. Fleksibel – sebuah logo tidak hanya harus sederhana namun juga harus bisa digunakan untuk waktu yang lama atau timeless, serbaguna atau fleksibel, dan mudah diingat atau memorable. Fleksibel artinya, logo harus mudah untuk diimplementasikan pada berbagai macam media untuk keperluan promosi. Agar fleksibel, desain logo sebaiknya dibuat dengan latar belakang putih atau dengan perusahaan – logo yang dibuat harus sesuai dengan tujuan dan misi dari brand atau perusahaan. Anda harus bisa melihat elemen apa saja yang sekiranya cocok untuk logo. Misalnya untuk produk fashion wanita Anda bisa membuat logo dengan warna yang soft dengan pilihan font yang halus. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan ketika membuat logo. Selain faktor di atas, Anda harus mempertimbangkan tentang pilihan font, warna, dan juga pendekatan tren. Pilih logo yang bisa digunakan untuk waktu yang lama dan tidak terpaku pada satu tren saja. Sehingga Anda tidak perlu mengganti logo saat trend sudah berakhir. Logo Ilustrasi & Maskot dari Makeitnai Jenis-Jenis Logo Membuat logo perusahaan yang menarik memang tak mudah dan butuh ilmu khusus. Itulah sebabnya, banyak perusahaan rela mengeluarkan budget untuk membayar desainer. Untuk membuat logo, sebenarnya Anda bisa memilih jenis logo yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Letter mark – logo jenis letter mark ini menggunakan inisial perusahaan atau brand. Biasanya logo ini menggunakan 2 sampai empat huruf saja agar mudah diingat dan dikenali. Inti dari logo ini adalah sederhana namun unik dengan pemilihan warna dan font yang tepat. Salah satu contoh logo letter mark ini adakah CNN, H&M, P&G, dan sebagainya. Wordmark – kalau logo letter mark ini menggunakan inisial brand, logo wordmark menggunakan nama brand sebagai logo utamanya. Logo wordmark ini menggunakan tulisan dan terbukti efektif bila nama brand ringkas dan tidak terlalu panjang. Contoh logo wordmark ini adalah Google, Sharp, Panasonic, Ebay, dan sebagainya. Logo abstrak – logo abstrak ini cocok bila Anda ingin sebuah logo yang estetis. Namun kekurangan logo abstrak ini biasanya kurang efektif dan biasanya sulit untuk dikenali nama brandnya. Namun bila ingin merepresentasikan seluruh bisnis dengan satu gambar, logo abstrak ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Logo simbol – logo simbol mempunyai dasar foto. Jenis logo ini termasuk tricky karena Anda harus memilih logo apa yang sekiranya cocok untuk menggambarkan perusahaan atau brand. Membuat logo simbol ini harus super kreatif namun on point agar bisa tepat sasaran pada konsumen. Logo karakter – sekilas tampak mirip dengan logo simbol, logo karakter ini menggunakan maskot atau karakter yang berwarna dan memberikan kesan ceria. Logo jenis ini cocok bila Anda ingin menciptakan karakter atau duta bagi brand Anda. Biasanya logo karakter digunakan untuk produk anak-anak atau keluarga dan dibuat berwarna agar lebih menarik. Kombinasi – logo kombinasi adalah perpaduan antara logo letter mark/watermark dengan simbol, karakter, atau abstrak. Teks dan gambar bisa disatukan, dibuat sejajar, atau ditumpuk untuk menciptakan sebuah logo yang unik dan mudah dikenali. Lambang – Lambang atau emblem adalah logo yang memadukan antara beberapa unsur logo seperti lencana, ikon, tulisan, segel, dan sejenisnya. Inti dari logo lambang ini adalah memberikan visual yang mencolok dibanding dengan logo jenis lain. Biasanya lambang ini digunakan untuk organisasi, industri otomotif, organisasi pemerintahan, dan sebagainya. Typo logo dari Ovalabo Apapun jenis logo yang Anda butuhkan, Anda bisa menemukan desainer logo profesional Anda melalui Moselo. Ada banyak jenis logo yang dapat dipilih, bahkan desainer logo di Mosello juga telah memiliki spesialisasinya masing-masing, missal jasa logo UMKM, jasa logo retro, dan sebagainya Typo logo dari Ovalabo Teknik Membuat Logo Selain jenis logo, teknik membuat logo juga perlu diperhatikan. Salah satu teknik yang umum digunakan untuk membuat logo adalah teknik double entendre. Teknik ini merupakan teknik membuat logo yang mempunyai dua makna. Teknik ini membuat logo terlihat lebih estetis dan cerdas. Anda bisa menggunakan teknik ini bila ingin membuat logo namun tidak ingin mencantumkan nama brand secara langsung pada logo tersebut. Padanan warna ketika membuat logo juga harus diperhatikan karena akan menjadi salah satu daya tarik dari sebuah logo. Warna yang tepat akan membuat sebuah logo terlihat lebih hidup dan bisa mengkomunikasikan ide dan nilai dari brand. Selain warna, pemilihan font juga harus diperhatikan terutama untuk logo jenis letter mark dan word mark. Pemilihan logo harus kreatif namun jenis tulisannya tetap harus mudah dibaca dan diingat. Membuat desain logo memang tidak boleh sembarangan karena akan menjadi representasi perusahaan atau brand. Hal ini karena mengubah logo sebuah perusahaan atau brand akan sangat sulit terutama bila sudah dipublikasikan. Mengubah logo yang sudah dipublikasi juga akan membuat publik menjadi bingung dengan perusahaan atau brand Anda. Desain Ilustrasi Logo dari Duooris Shop for Crafts, Creative Goods, and Unique Experiences

pembuatan logo sebaiknya disesuaikan dengan