Ciriciri Ulama' Akhirat. Inilah dia ulama yang haq, ulama pewaris Nabi, yakni ulama yang benar-benar beramal dengan Al-Quran dan Sunnah, disebut juga ulama ul 'amilin. Umumnya mereka ini banyak di zaman salafussoleh. Karana itu kita sebutkan mereka ulama salafussoleh. Yang mana selepas generasi mereka, cukup sulit untuk dapatkan ulama yang Ulamaadalah pewaris para nabi #habibsolehtangul #ulama #cintaulama #fyp. suara asli - xyzsyif. 0 0 Share. xyzsyif4aaa_ xyzsyif ยท 5-26 Follow. 0 comment. Log in to comment. Recommended videos. Get app. Ulamaadalah pewaris estafeta dakwah para nabi . Saturday, 13 Syawwal 1443 / 14 May 2022 Pengertianulama yang sebenarnya bisa dilihat dalam nash Al-Quran dan Hadits tentang ciri atau sifat ulama, antara lain: Pertama, paling takut kepada Allah. Kedua, berperan sebagai "pewaris nabi" (waratsatul ambiya'). "Sesungguhnya ulama itu adalah pewaris para nabi" (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)". AlUlama'u Warishatul Ambiya. "Sesungguhnya Ulama itu adalah pewaris Nabi" (HR. Muslim) Yasfa'u yaumal qiyaamatil ambyia'u tsummal Ulamaa'u tsummasy - syuhadaa'u. "Yang memberi Syafa'at di hari qiamat adalah para Nabi, Ulama dan Syuhada "(HR. Ibnu Majah). In-namaa yakhsalloha min ibaadihil 'ulamaa-u. "Hanya Ulama sajalah di antara hamba-Nya yang ZyS5g. Ulama adalah pewaris estafeta dakwah para nabi . Ilustrasi ulama JAKARTA โ€“ Ulama adalah pewaris Nabi. Apa maksudnya? Nabi Muhammad SAW sendiri telah menggambarkan bahwa ulama itu berperan sebagai ahli waris para nabi. Hal ini diketahui berdasarkan sebuah hadits panjang yang diriwayatkan dari jalur Abu Darda, sebagai berikut ู…ู† ุณู„ูƒ ุทุฑูŠู‚ู‹ุง ูŠุทู„ุจู ููŠู‡ ุนู„ู…ู‹ุงุŒ ุณู„ูƒ ุงู„ู„ู‡ู ุจู‡ ุทุฑูŠู‚ู‹ุง ู…ู† ุทูุฑูู‚ู ุงู„ุฌู†ูŽู‘ุฉูุŒ ูˆุฅู†ูŽู‘ ุงู„ู…ูŽู„ุงุฆูƒุฉูŽ ู„ูŽุชุถุนู ุฃุฌู†ุญุชูŽู‡ุง ู„ุทุงู„ุจู ุงู„ุนู„ู…ู ุฑุถู‹ุง ุจู…ุง ูŠุตู†ุนุŒ ูˆุฅู†ูŽู‘ ุงู„ุนุงู„ู…ูŽ ู„ูŽูŠุณุชุบูุฑู ู„ู‡ ู…ูŽู† ููŠ ุงู„ุณู…ูˆุงุชูุŒ ูˆู…ู† ููŠ ุงู„ุฃุฑุถูุŒ ูˆุงู„ุญูŠุชุงู†ู ููŠ ุฌูˆูู ุงู„ู…ุงุกูุŒ ูˆุฅู†ู‘ ูุถู„ูŽ ุงู„ุนุงู„ู…ู ุนู„ู‰ ุงู„ุนุงุจุฏู ูƒูุถู„ู ุงู„ู‚ู…ุฑู ู„ูŠู„ุฉูŽ ุงู„ุจุฏุฑู ุนู„ู‰ ุณุงุฆุฑู ุงู„ูƒูˆุงูƒุจูุŒ ูˆุฅู†ูŽู‘ ุงู„ุนู„ู…ุงุกูŽ ูˆุฑุซุฉู ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุกูุŒ ูˆุฅู†ูŽู‘ ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุกูŽุŒ ู„ู… ูŠููˆูŽุฑูู‘ุซูˆุง ุฏูŠู†ุงุฑู‹ุงุŒ ูˆู„ุง ุฏุฑู‡ู…ู‹ุงุŒ ุฅู†ู…ุง ูˆูŽุฑู‘ุซูˆุง ุงู„ุนู„ู…ูŽุŒ ูู…ู† ุฃุฎุฐู‡ ุฃุฎุฐ ุจุญุธูู‘ ูˆุงูุฑู โ€œRasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berjalan untuk menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Orang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi sampai ikan di air. Keutamaan orang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Para ulama itu pewaris para Nabi dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham. Yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Siapa yang mengambil ilmu itu, maka telah mendapatkan bagian yang paling banyak." Dilansir dari laman Mawdoo, dijelaskan bahwa salah satu ciri dan keutamaan terbesar dari para ulama adalah karena mereka ahli waris para nabi. Mereka tidak mewarisi uang atau barang darinya dari hal-hal duniawi, melainkan ilmu. Baca juga Lokasi yang Disebut Rasulullah SAW Padang Mahsyar di Dunia Para Nabi SAW tentu merupakan ciptaan Allah SWT yang terbaik di Bumi. Maka, ahli waris mereka haruslah yang terbaik dari ciptaan setelah mereka. Siapa? Mereka adalah ulama, dan sudah diketahui dengan baik bahwa warisan berpindah dari pewaris ke ahli waris secara langsung yang menempati posisi setelahnya. Para ulama tidak dapat menggantikan para nabi, tetapi mereka berperan untuk berdakwah di jalan Allah SWT dan mengajarkan agamanya seperti para Nabi. Ini menjadi peringatan tentang perlunya menghormati ulama dan merujuk pada mereka terkait berbagai perkara dan urusan ibadah. Sebab, itu hak mereka sebagaimana hak para nabi. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini Beberapa waktu ini, sebutan ulama kerap menghiasi pemberitaan di media; berjubah dan sorban dianggap ulama; follower banyak disebut ulama; sakti diangkat sebagai ulama, dan lain sebagainya. Padahal sangat jelas dalam hadits Nabi berbunyi para ulama adalah pewaris Nabi. Di samping itu masih minimnya pengetahuan masyarakat terkait siapakah yang pantas disebut ulama serta bagaimana ciri-cirinya, sehingga mereka terjebak dengan kemasan dan viralitas tokoh belaka. Pertanyaannya, seperti apakah ciri khas ulama pewaris Nabi? Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan Abu Dawud disebutkan ุนูŽู†ู’ ูƒูŽุซููŠุฑู ุจู’ู†ู ู‚ูŽูŠู’ุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูู†ู’ุชู ุฌูŽุงู„ูุณู‹ุง ู…ูŽุนูŽ ุฃูŽุจููŠ ุงู„ุฏู‘ูŽุฑู’ุฏูŽุงุกู ูููŠ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุฏูู…ูŽุดู’ู‚ูŽ ููŽุฌูŽุงุกูŽู‡ู ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุง ุงู„ุฏู‘ูŽุฑู’ุฏูŽุงุกู ุฅูู†ู‘ููŠ ุฌูุฆู’ุชููƒูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉู ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูุญูŽุฏููŠุซู ุจูŽู„ูŽุบูŽู†ููŠ ุฃูŽู†ู‘ูŽูƒูŽ ุชูุญูŽุฏู‘ูุซูู‡ู ุนูŽู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽุง ุฌูุฆู’ุชู ู„ูุญูŽุงุฌูŽุฉู ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ููŠ ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู„ูŽูƒูŽ ุทูŽุฑููŠู‚ู‹ุง ูŠูŽุทู’ู„ูุจู ูููŠู‡ู ุนูู„ู’ู…ู‹ุง ุณูŽู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูู‡ู ุทูŽุฑููŠู‚ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุทูุฑูู‚ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉูŽ ู„ูŽุชูŽุถูŽุนู ุฃูŽุฌู’ู†ูุญูŽุชูŽู‡ูŽุง ุฑูุถู‹ุง ู„ูุทูŽุงู„ูุจู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู…ูŽ ู„ูŽูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ู„ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽุงู„ู’ุญููŠุชูŽุงู†ู ูููŠ ุฌูŽูˆู’ูู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ููŽุถู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูŽุงุจูุฏู ูƒูŽููŽุถู’ู„ู ุงู„ู’ู‚ูŽู…ูŽุฑู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุจูŽุฏู’ุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู’ูƒูŽูˆูŽุงูƒูุจู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกูŽ ูˆูŽุฑูŽุซูŽุฉู ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠููˆูŽุฑู‘ูุซููˆุง ุฏููŠู†ูŽุงุฑู‹ุง ูˆูŽู„ูŽุง ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ู‹ุง ูˆูŽุฑู‘ูŽุซููˆุง ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽู‡ู ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุจูุญูŽุธู‘ู ูˆูŽุงููุฑู Artinya Diriwayatkan Katsir bin Qais, ia berkata, saya duduk beserta Abu Darda di masjid Damaskus, kemudian datang laki-laki dan berkata, wahai Abu Darda, saya dari kota Madinah mendatangimu karena ingin mendengar sebuah hadits yang engkau peroleh dari Rasulullah. Tidak ada kepentingan lainnya. Abu Darda pun berkata, saya mendengar Rasulullah bersabda siapapun yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan membukakan jalan untuknya pintu surga, dan para malaikat meletakkan sayapnya karena rida kepada para penuntut ilmu, dan para penduduk langit bumi, ikan lautan akan memintakan ampunan untuknya, dan sesungguhnya keunggulan ahli ilmu atas ahli ibadah itu laksana keunggulan indahnya malam bulan purnama atas seluruh bintang, dan sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi, sebab para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham. Mereka mewariskan ilmu. Siapa saja yang memungut ilmu itu, maka ia mendapatkan bagian yang sempurna. Di dalam Al-Qurโ€™an penyebutan ulama tertuang dalam Surat Fatir, 28 ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูŽูˆูŽุงุจู‘ู ูˆูŽุงู„ุฃู†ู’ุนูŽุงู…ู ู…ูุฎู’ุชูŽู„ูููŒ ุฃูŽู„ู’ูˆูŽุงู†ูู‡ู ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฎู’ุดูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุนูŽุฒููŠุฒูŒ ุบูŽูููˆุฑูŒ Artinya Dan demikian pula di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya dan jenisnya. Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Sedangkan dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa ุฅู†ู…ุง ูŠุฎุดู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุนุจุงุฏู‡ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฃูŠ ุฅู†ู…ุง ูŠุฎุดุงู‡ ุญู‚ ุฎุดูŠุชู‡ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุงู„ุนุงุฑููˆู† ุจู‡ Artinya Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya itu hanyalah ulama maksudnya mereka yang sangat takut kepada Allah adalah ulama yang makrifat kepada Allah. Bila berpijak dari redaksi di atas, maka ciri khas ulama pewaris Nabi adalah mereka yang takut kepada Allah adalah mereka yang makrifat kepada Allah. Dikatakan pewaris, karena para ulama mewarisi ilmu para Nabi, bukan mewarisi materi berupa dirham maupun dinar. Ilmu dalam konteks ini adalah ilmu agama. Sekedar tambahan dari Kiai Mustafa Bisri, bahwa ulama selain memiliki ilmu agama yang luas, rasa takut kepada Allah, ia juga memiliki akhlakul karimah, sehingga memandang masyarakatnya dengan penuh kasih sayang yandzuruna bi ainirrahmah. Bukan membentak, membenci dan menjauhi mereka. Tidak semua manusia di muka bumi ini menjadi pewaris Nabi. Ada orang-orang tertentu yang dipilih, dan telah memiliki sifat-sifat yang memenuhi kriteria sebagai seorang ulama pewaris Nabi. Predikat terbaik bagi seorang ahli ilmu adalah menjadi pewaris Nabi, dan sebaik-baik para makhluk adalah pewaris Nabi. Ibnu Abbas berkata, โ€œUlamaโ€™ ialah orang-orang yang mengetahui bahawa sesungguhnya Allah Maha Berkuasa atas setiap sesuatuโ€. Dan tambahnya lagi,โ€ Orang alim ialah mereka yang tidak melakukan syirik kepada Allah dengan sesuatu pun, serta dia menghalalkan apa yang dihalalkan-Nya dan mengharamkan apa yang diharamkan-Nya. Ciri-ciri ulamaโ€™ pewaris nabi yang pertama ialah takut akan Allah SWT. Hal ini sebagaimana Firman Allah. ุฅู†ู…ุง ูŠุฎุดู‰ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุนุจุงุฏู‡ ุงู„ุนู„ู…ู€ู€ุคุง ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ุนุฒูŠุฒ ุบููˆุฑ โ€œโ€ฆ.. Sesungguhnya golongan yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya ialah para ulamaโ€™. Sesungguhya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,โ€QS. Al-Fathir 28 Ibnu Abbas berkata, โ€œSesiapa yang takut akan Allah, maka dia adalah orang alimโ€. Ciri kedua ialah beramal dengan segala ilmunya. Sebagaimana sebuah hadist dalam Sunan Ad-Darimi ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุนูŽุงู„ูู… ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุจูู…ูŽุง ุนูŽู„ูู…ูŽ โ€œSesungguhnya orang alim itu adalah orang yang beramal dengan apa yang dia ketahui.โ€ Sayyidina Ali berkata, โ€œWahai orang yang mempunyai ilmu! beramallah kamu dengannya karena sesungguhnya orang yang alim itu adalah orang yang beramal dengan ilmu yang dia ketahui, serta selaras antara ilmunya dengan amalannyaโ€. Ciri ketiga hatinya bersih daripada syirik dan maksiat, serta tidak tamak kepada makhluk di dunia. Ibnu Umar berkata, โ€œTiadalah seseorang lelaki itu dianggap alim sehingga dia tidak hasad dengki kepada orang yang lebih alim daripadanya, tidak menghina orang yang kurang daripadanya serta tidak mencari dengan ilmunya upahan kebendaanโ€. Ciri keempat ulamaโ€™ ini meneruskan tugas nabi, yaitu mengajar, mendidik, membersihkan hati umat daripada syirik dan maksiat serta berdakwah dan memerintah mengikut perintah Allah. Hal ini sebagaimana kita fahami dalam ayat 2 surah al-Jumaah, ู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ุจุนุซ ูู‰ ุงู„ุฃู…ูŠุฆู† ุฑุณูˆู„ุง ู…ู†ู‡ู… ูŠุชู„ูˆุง ุนู„ูŠู‡ู… ุกุงูŠู€ู€ุชู‡ ูˆูŠุฒูƒูŠู‡ู… ูˆูŠุนู„ู…ู‡ู… ุงู„ูƒุชุจ ูˆุงู„ุญูƒู…ุฉ ูˆุฅู† ูƒุงู†ูˆุง ู…ู† ู‚ุจู„ ู„ูู‰ ุถู„ู€ู€ู„ ู…ุจูŠู† โ€œDialah Allah yang telah mengutuskan kepada kalangan orang-orang arab yang buta huruf seorang rasul dari bangsa mereka sendiri yang membacakan ayat-ayat Allah yang membuktikan keesaan Allah dan kekuasaanNya. Dan membersihkan mereka daripada aqidah yang sesat serta mengajarkan mereka kitab Allah dan hikmat pengetahuan yang mendalam mengenai hukum-hukum syariat. Dan sesungguhnya mereka sebelum kedatangan nabi Muhammad SAW adalah dalam kesesatan yang nyata.โ€ Itulah ciri-ciri ulama yang memegang warisan Nabi, mereka akan senantiasa mengajak kebaikan dibanding dengan sesuatu hal yang sia-sia. Maka dari itu, sesiapa saja yang ingin mendapatkan warisan Nabi, maka ikutilah sifat-sifat di atas, sehingga keuntungan amalanlah yang akan diraih, wallahu aโ€™alam. [] Sumber Riyadhus Shalihin/Karya Syeikh Salim bin Ied Al-Hilali/Penerbit Pustaka Asy-Syafiโ€™i Di samping sebagai perantara antara diri-Nya dengan hamba-hamba-Nya, dengan rahmat dan pertolongan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta'ala juga menjadikan para ulama sebagai pewaris perbendaharaan ilmu agama. Sehingga, ilmu syariat terus terpelihara kemurniannya sebagaimana awalnya. Oleh karena itu, kematian salah seorang dari mereka mengakibatkan terbukanya fitnah besar bagi muslimin. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengisyaratkan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan Abdullah bin Amr ibnul Ash, katanya Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽู‚ู’ุจูุถู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ุงู†ู’ุชูุฒูŽุงุนุงู‹ ูŠูŽู†ู’ุชูŽุฒูุนูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูุจุงูŽุฏูุŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ุจูู‚ูŽุจู’ุถู ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ุงูŽุกู. ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุจู’ู‚ู ุนุงูŽู„ูู…ุงู‹ ุงุชู‘ูŽุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฑูุคููˆู’ุณุงู‹ ุฌูู‡ู‘ูŽุงู„ุงู‹ ููŽุณูุฃูู„ููˆุง ููŽุฃูŽูู’ุชูŽูˆู’ุง ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุนูู„ู’ู…ู ููŽุถูŽู„ู‘ููˆุง ูˆูŽุฃูŽุถูŽู„ู‘ููˆุง โ€œSesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.โ€ HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673 Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan Asy-Syaโ€™bi berkata โ€œTidak akan terjadi hari kiamat sampai ilmu menjadi satu bentuk kejahilan dan kejahilan itu merupakan suatu ilmu. Ini semua termasuk dari terbaliknya gambaran kebenaran kenyataan di akhir zaman dan terbaliknya semua urusan.โ€ Di dalam Shahih Al-Hakim diriwayatkan dari Abdullah bin Amr secara marfuโ€™ riwayatnya sampai kepada Rasulullah โ€œSesungguhnya termasuk tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah direndahkannya para ulama dan diangkatnya orang jahat.โ€ Jamiโ€™ul Ulum wal Hikam, hal. 60 Meninggalnya seorang yang alim akan menimbulkan bahaya bagi umat. Keadaan ini menunjukkan keberadaan ulama di tengah kaum muslimin akan mendatangkan rahmat dan barakah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Terlebih Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengistilahkan mereka dalam sebuah sabdanya ู…ูŽูุงูŽุชููŠู’ุญู ู„ูู„ูุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽู…ูŽุบุงูŽู„ููŠู’ู‚ู ู„ูู„ุดู‘ูŽุฑู‘ู โ€œSebagai kunci-kunci untuk membuka segala kebaikan dan sebagai penutup segala bentuk kejahatan.โ€ Kita telah mengetahui bagaimana kedudukan mereka dalam kehidupan kaum muslimin dan dalam perjalanan kaum muslimin menuju Rabb mereka. Semua ini disebabkan mereka sebagai satu-satunya pewaris para nabi sedangkan para nabi tidak mewariskan sesuatu melainkan ilmu. Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€™Utsaimin rahimahullah mengatakan โ€œIlmu merupakan warisan para nabi dan para nabi tidak mewariskan dirham dan tidak pula dinar, akan tetapi yang mereka wariskan adalah ilmu. Barangsiapa yang mengambil warisan ilmu tersebut, sungguh dia telah mengambil bagian yang banyak dari warisan para nabi tersebut. Dan engkau sekarang berada pada kurun abad, red ke-15, jika engkau termasuk dari ahli ilmu engkau telah mewarisi dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan ini termasuk dari keutamaan-keutamaan yang paling besar.โ€ Kitabul Ilmi, hal. 16 Dari sini kita ketahui bahwa para ulama itu adalah orang-orang pilihan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู’ุฑูŽุซู’ู†ุงูŽ ุงู„ู’ูƒูุชุงูŽุจูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุงุตู’ุทูŽููŽูŠู’ู†ุงูŽ ู…ูู†ู’ ุนูุจุงูŽุฏูู†ุงูŽ โ€œKemudian kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba kami.โ€ Fathir 32 Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman โ€œKemudian Kami menjadikan orang-orang yang menegakkan mengamalkan Al-Kitab Al-Quran yang agung sebagai pembenar terhadap kitab-kitab yang terdahulu yaitu orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, mereka adalah dari umat ini.โ€ Tafsir Ibnu Katsir, 3/577 Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan โ€œAyat ini sebagai syahid penguat terhadap hadits yang berbunyi Al-โ€™Ulama waratsatil anbiya ulama adalah pewaris para nabi.โ€ Fathul Bari, 1/83 Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah mengatakan Maknanya adalah โ€œKami telah mewariskan kepada orang-orang yang telah Kami pilih dari hamba-hamba Kami yaitu Al-Kitab Al-Qurโ€™an. Dan Kami telah tentukan dengan cara mewariskan kitab ini kepada para ulama dari umat engkau wahai Muhammad yang telah Kami turunkan kepadamuโ€ฆ dan tidak ada keraguan bahwa ulama umat ini adalah para shahabat dan orang-orang setelah mereka. Sungguh Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memuliakan mereka atas seluruh hamba dan Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan mereka sebagai umat di tengah-tengah agar mereka menjadi saksi atas sekalian manusia, mereka mendapat kemuliaan demikian karena mereka umat nabi yang terbaik dan sayyid bani Adam.โ€ Fathul Qadir, hal. 1418 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ุฅู† ุงู„ู’ุนูู„ูู…ูŽุงุกู ูˆูŽุฑูŽุซูŽุฉู ุงู’ู„ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุกูุŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู’ู„ุฃูŽู†ู’ุจููŠุงูŽุกูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠููˆูŽุฑู‘ูุซููˆู’ุง ุฏููŠู’ู†ุงูŽุฑู‹ุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ุงู‹ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูˆูŽุฑู‘ูŽุซููˆู’ุง ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ููŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุจูู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุจูุญูŽุธู‘ู ูˆูŽุงููุฑู โ€œSesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.โ€ Hadits ini diriwayatkan Al-Imam At-Tirmidzi di dalam Sunan beliau no. 2681, Ahmad di dalam Musnad-nya 5/169, Ad-Darimi di dalam Sunan-nya 1/98, Abu Dawud no. 3641, Ibnu Majah di dalam Muqaddimahnya dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Hibban. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan โ€œHaditsnya shahih.โ€ Lihat kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 3096, Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2159, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 182, dan Shahih At-Targhib, 1/33/68 Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al-Madkhali mengatakan โ€œKebijaksanaan Allah atas makhluk-Nya dan kekuasaan-Nya yang mutlak atas mereka. Maka barang siapa yang mendapat hidayah maka itu wujud fadhilah keutamaan dari Allah dan bentuk rahmat-Nya. Barangsiapa yang menjadi tersesat, maka itu dengan keadilan Allah dan hikmah-Nya atas orang tersebut. Sungguh para pengikut nabi dan rasul menyeru pula sebagaimana seruan mereka. Mereka itulah para ulama dan orang-orang yang beramal shalih pada setiap zaman dan tempat, sebab mereka adalah pewaris ilmu para nabi dan orang-orang yang berpegang dengan sunnah-sunnah mereka. Sungguh Allah telah menegakkan hujjah melalui mereka atas setiap umat dan suatu kaum dan Allah merahmati dengan mereka suatu kaum dan umat. Mereka pantas mendapatkan pujian yang baik dari generasi yang datang sesudah mereka dan ucapan-ucapan yang penuh dengan kejujuran dan doa-doa yang barakah atas perjuangan dan pengorbanan mereka. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya atas mereka dan semoga mereka mendapatkan balasan yang lebih dan derajat yang tinggi.โ€ Al-Manhaj Al-Qawim fi At-Taassi bi Ar-Rasul Al-Karim hal. 15 Asy-Syaikh Shalih Fauzan mengatakan โ€œKita wajib memuliakan ulama muslimin karena mereka adalah pewaris para nabi, maka meremehkan mereka termasuk meremehkan kedudukan dan warisan yang mereka ambil dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam serta meremehkan ilmu yang mereka bawa. Barangsiapa terjatuh dalam perbuatan ini tentu mereka akan lebih meremehkan kaum muslimin. Ulama adalah orang yang wajib kita hormati karena kedudukan mereka di tengah-tengah umat dan tugas yang mereka emban untuk kemaslahatan Islam dan muslimin. Kalau mereka tidak mempercayai ulama, lalu kepada siapa mereka percaya. Kalau kepercayaan telah menghilang dari ulama, lalu kepada siapa kaum muslimin mengembalikan semua problem hidup mereka dan untuk menjelaskan hukum-hukum syariat, maka di saat itulah akan terjadi kebimbangan dan terjadinya huru-hara.โ€ Al-Ajwibah Al-Mufidah, hal. 140 Wallahu aโ€™lam. Artikel Jalan untuk meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW adalah dengan berguru kepada para ulama. Sebab, ulama-ulama merupakan pewaris para nabi yang menyebarkan ajaran Islam melewati ruang dan waktu hingga sampai sekarang ini. Namun sayangnya, orang-orang yang mengaku ulama dan berniat mencari pengakuan duniawi banyak dijumpai. Hal ini sejatinya tidak terlalu mengherankan karena sekelas nabi pun banyak yang sejatinya ulama yang menjadi pewaris para nabi adalah orang-orang yang harusnya tulus ikhlas karena mencari ridha Allah. Imam Nawawi Al-Bantani dalam kitabnya Qomiโ€™ At-Tughyan menceritakan beberapa ciri-ciri seseorang bisa disebut sebagai ulama. baca juga 7 Ulama Terkenal yang Memilih Menjomblo Sepanjang Hayat UU TPKS Harus Dijadikan Rujukan Adili Kasus Mas Bechi Ijtima Ulama di Yogya Dukung Sandiaga Uno Maju Pilpres 2024 Pertama, antara perkataan dan perbuatannya tidak bertentangan selaras. Ulama seharusnya melakukan kebajikan seperti yang ia katakan dan meninggalkan perbuatan yang dilarang seperti yang ia seorang ulama tidak melakukan apa yang ia katakan dan ia larang maka ulama tersebut termasuk orang-orang yang munafik. Naudzubillah. Kedua, menjauhi perbuatan yang berlebihan berkaitan dengan makan, tempat tinggal, perabot rumah tangga, hingga pakaian tidak suka kemewahan. Ketiga, menekuni ilmu sesuai dengan kadar kemampuannya, semangat dalam menjalankan ketaatan, serta menghindari ilmu-ilmu yang berpotensi memunculkan perdebatan di kalangan umat. Keempat, tidak terjun ke dalam pemerintahan politik praktis kecuali diniatkan untuk memberi nasihat, mencegah kezaliman, dan membimbing untuk mencari ridha Allah SWT. Kelima, tidak mudah berfatwa. Ketika ulama menjumpai masalah yang tidak jelas maka ia akan berkata, โ€œSaya tidak tahu, silakan bertanya kepada ahli fatwaโ€. Hal ini penting, sebab ulama tersebut tidak akan memberi suatu fatwa tanpa melakukan pengkajian terlebih dahulu. Begitulah pendapat Imam Nawawi Al-Bantani terkait dengan ulama. Semoga kita dapat berjumpa dengan orang-orang yang menjadi pilihan Allah dan dijauhkan dari kemungkaran. Wallahu a'lam.[]

ciri ulama pewaris nabi